Senin, 23 Maret 2009

Jangan Berharap Pada Obama


“Obama adalah presiden Yahudi pertama Amerika.” Demikian kata Abner Mikva. Sedangkan Noam Chomsky, “Dialah jelmaan Bush versi 2.0”. Pauline Dubkin, dalam “Obama and the jews” lebih tegas lagi, “Yahudi mengolah Obama. Dimanapun kamu lihat, di situ nampak kehadiran Yahudi.” Jadi, Obama dan Yahudi, ibarat mata uang yang interdependensi. Bisa juga dikatakan, Obama representasi Yahudi di Amerika yang tidak disanksikan lagi.


Sayang, hal itu belum disadari banyak negara. Termasuk Indonesia , sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak. Buktinnya, setelah peresmian Obama menjadi presiden Amerika, banyak tokoh islam yang mengucapkan selamat. Tidak sekedar greeting, namun juga ekspektasi pada Obama. Obama akan membawa angin segar untuk mengharmoniskan hubungan Amerika dengan Negara-negara islam di timur tengah yang sedang memanas. Ekspektasi tersebut dilontarkan oleh beberapa tokoh muslim Indonesia , seperti Din Samsuddin, Hidayat Nurwahid, dan Jusuf Kalla.

Disisi lain, hal itu wajar. Sebab, sihir dan konspirasi Obama telah menciptakan good opini tentang dirinya. Setidaknya, banyak orang tersihir pada eks anak Menteng ini. Tak pelak, jika banyak mata silau untuk melihat presiden Afro-American itu tidak secara jernih. David Olive mengatakan, “Blinded by The Light.” Kita bisa lihat, bagaimana sihir Obama mewabahai hampir setiap orang, dengan dia seorang Anak Menteng, mempunyai nama mirip islam “Hussein”, dan berasal ras kulit hitam. Ras yang dulu menjadi number two di Amerika. Ibarat mukjizat, kini pria berambut kribo itu malah menjadi orang nomer wahid di negeri Paman Sam. Bangsa kulit putih. Beberapa sihir itulah yang kini menancap kuat di setiap buhul-buhul banyak orang.

Padahal, siapa sih Obama? Obama tidak lain Yahudi. Hal itu disampaikan sendiri Barack Hussein Obama tentang kaitannya dengan namannya. Obama tidak mau nama Barack dikaitkan dengan bahasa Arab, melainkan bahasa Ibrani, Yahudi. Hal itu dia sampaikan di dalam sebuah pertemuan dengan komunitas Yahudi di Boston, dengan tegas Obama mengatakan bahwa “Barack” diambil dari bahasa Ibrani “Baruch” yaitu “Barak” yang berarti keberkahan.

Nama kedua “Obama” juga hampir sama dengan “Ahabah”, sebuah nama satu upacara untuk bayi-bayi Yahudi, Bent Ahabah. Istrinya pun, Michelle Robinso, memiliki jejak Yahudi dalam darahnya. Wanita itu adalah sepupu Capers C. Funnye jr. pemimpin jemaat Yahudi Ethiopia di kawasan Marquette Garden , Chicago .

Oleh karena itu, tidak terlalu mengagetkan jika kalangan komunitas Yahudi Amerika mengatakan Obama adalah presiden Yahudi pertama. Obama menjadi seperti sekarang pun, karena hasil didikan dan perjuangan mereka. Alan Solow, pemimpin komunitas Yahudi di Chicago sangat gembira atas kemenangan Obama dan nyakin Obama akan mendukung Yahudi. “Dia sama seperti dulu, tidak akan berubah,”ucapnya.

Obama sebenarnya bukan orang popular di Amerika. Lima atau sepuluh tahun lalu, jika dibanding rivalnya, MC Cain, popularitas Obama tidak ada apa-apanya. Namun sebuah media Fox News dan CNN membantunya mengangkat popularitasnya. Kedua media ini melambungkan Obama dengan kata-kata “Hope” dan “Change We Believe In. Kata-kata itupun menjamur di Amerika. Membuat masyarakat Amerika terhipnotis. Mereka menjadi optimis kembali setelah dihajar berbagai krisis dan polemik.

Cara Fox News dan CNN membuat citra Obama naik drastis dengan cara berikut. Membuat Obama menjadi terkenal di mata publik. Dari nobody, menjadi some body. Fox News adalah media milik Taipan Yahudi Rupert Murdoch yang sangat pro Zionis. Media ini sangat berperan dalam membuat Obama popular. Dengan cara menyebarkan tuduhan-tuduhan lemah atas Obama.

Kemudian, membuat rivalnya putus asa. Dengan cara membantah tuduhan-tuduhan “Dirty little secret” itu dengan bantahan melalui media mainstream. Yaitu semua tuduhan terhadap Obama, “Totally False”. Trik tersebut dinamakan reverse psychology. Yaitu menyuruh orang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan yang kita mau, untuk kemudian orang tersebut melakukan keinginan kita.

Dielu-elukannya Obama menjadi presiden Amerika sebenarnya sama hal dengan Bush saat terpilih menjadi presiden. Pada tahun 2000, CAIR (Council on American Islamic Relations) memperoleh polling terbesar pada 1022 muslim Amerika sebanyyak 40 persen. Sedangkan 24 persen Al Gore, 20 persen Nader dan 8 persen tidak memilih.

Dukungan tersebut juga bukan tanpa alasan. Ketika itu, intifada al Aqsa tanggal 29 September 2000, sebelum pemilu Amerika. Sikap Bill Clinton yang mendukung Israel membuat masyarakat tidak suka. Sehingga banyak yang memilih Bush. Namun pada akhrinya, presiden Bush pun menunjukkan wajah asli koboy mendem-nya dalam menginvasi beberapa Negara muslim. Seperti Iraq , Afganistan dan mendukung 100 persen invasi Israel ke Palestina belum lama ini.

Kemudian, bagaimana dengan Obama? Apakah ada angin segar betul-betul akan diwujudkan. Jawabnya tidak. Justru Obama akan lebih dahsyat lagi memusuhi islam. Jika Bush dinilai Obama salah strategi perang dan gerasa-gerusuh, Obama akan bermain cantik. Tentunya dengan kekuatan sihirnya dan cara dia berdiplomasi dan bernegosiasi.

Boleh dibuktikan, yaitu Obama bungkan terhadap atas kejahatan perang Israel terhadap Palestina yang telah menewaskan 1300 rakyat palestina. Tidak hanya itu, obama juga melanjutkan agenda Bush. Sejumlah agenda itu adalah, di Afganistan, Obama akan melanjutkan serangan Bush dengan menambah 30.000 tentara. Pakistan , jika Bush menempatkan Pakistan sebagai mitra dalam memerangi terorisme, Obama tidak segan-segan akan menyerang Pakistan jika menemukan bukti. Jika Bush menyerang Iraq , Obama ingin menarik pasukan, tapi dengan catatan meninggalkan 55.000 pasukan. Sedang untuk Israel , Obama menjanjikan Jerusalem sebagai ibukota Israel dengan mengesampingkan hak-hak rakyat palestina.

Hal ini bisa dilihat, cabinet yang dipilih Obama adalah figure-figur yang didaur ulang dari cabinet Bush. Banyak kalangan yang kecewa. Ada juga yang mengatakan cabinet Obama adalah cabinet perang. Bisa dilihat, siapa-siapa mereka. Joe Biden, wakil presiden Amerika. Pria satu ini Yahudi tulen. Dia bercita-cita menjadi Yahudi Zionis. Tidak ada seorang anggota senat Amerika yang menjadi teman terbaik Israel kecuali Joe Biden. Rahm Emanuel, kepala staff gedung putih.

Dia adalah pro Israel . Suka bicara keji dan kejam. Dia tidak akan memilih Obama jika bukan Israel . Hillary Clinton, menteri luar negeri. Hillary seorang neo-konservatif. Dia dijuluki dewi perang. Dia mendukung penjajahan atas Iraq, Afganistan, menyarankan serangan atas Iran, mendukugn serangan atas Libanon, dan memuji “tembok apartheid” Israel. Merendahkan rakyat palestina dan menyamakan mereka sebagai teroris. Dan kebinet lainnya yang tak kalah kejam seperti. Robert Gate, menteri pertahanan, jenderal James Jone, penasihat keamanan nasional, Dennis Ross, penasihat kebijakan Timur Tengah. David Axelrod, penasihat senior dan ahli strategi Obama.

Dengan bukti cabinet perang yang disusun Obama, nampak jelas jika Obama setali tiga uang dengan pendahulunnya, Bush. Yang membedakan hanya software-nya saja. Sedangkan hardware-nya sama. Obama adalah musuh islam yang tidak layak diharapkan.
Lebih jauh, mengenai siapa sebenarnya presiden Obama, hubungannya terhadap Israel, kabinet perang bentukannya dan rencana-rencan kedepan melawan islam bisa Anda baca di buku 120 halaman yang ditulis oleh Tony Syarqi. Salah satu jebolah Kulliyatul Mu’allimin Al Islamiyah (KMI), Ngurki, Jateng. Pesantren yang dulu pernah dituduh teroris.

Kebencian penulis terhadap Israel dan Obama membuatnya menyajikan tulisan tersebut dengan penuh semangat perlawan terhadap yahudi zionis. Kalimatnya ringkas dan padat. Tapi, memberikan bukti, bahwa Obama bukan pembawa angin segar. Dia sama dengan para pendahulunya yang pro Israel, Bush.

Diresensi oleh Syaiful Anshor dari buku “ Presiden AS pertama yang 100% Yahudi karangan Tony Syarqi”

0 komentar:

What's

Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak mem-publise kebaikan yang telah kita lakukan. Karena hal itu ditakutkan bisa mereduksi ke-ikhlasan. Biasakanlah memberi tanpa harus diketahui tangan kiri Anda. Keep spirit and never give up dalam beramal sholeh.

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP